Pengikut

Kamis, 26 April 2012

Long Distance ( Part 2 )

lihat kisah sebelumnya di  Long Distance 

Matahari menembus celah jendela kamarku dan tepat menyinari wajahku. Aku terbangun dari mimpiku, aku awali hari ku dengan senyum keceriaan dan aku berharap agar hari ini aku bisa mendapatkan surat lagi dari Raka walaupun itu hanyalah sebuah harapan yang jauh dari kenyataan. Tapi aku tetap gak bakalan nyerah untuk menunggu sosok pangeran itu hadir lagi dalam hidupku.


#Flashback

Aku tak tau kenapa hari ini aku sangat bahagia, kebahagiaan seakan terus datang padaku pada hari ini dan Raka lah yang memberikan semuanya padaku. Seharian penuh ku jalani bersamanya, hanya berdua, aku dan dia. Malam itu sebelum Raka pulang meninggalkanku tiba-tiba dengan tenang diciumnya keningku, lembut, dengan segenap hati. Aku meresakan panas menjalar cepat disekujur tubuhku yang berawal dari keningku lalu Raka memberikan sebuah kotak kecil untukku.

" tapi kamu ingat, kamu tidak akan membukanya setelah 24 jam berlalu dari detik ini " pesannya padaku 
" kenapa ? " tanyaku dengan penuh keheranan
" kamu pasti akan mengetahuinya setelah 24 jam itu berlalu " jelasnya
Setelah itu Raka beranjak pulang dan hilang dari hadapanku. Keesokan harinya aku tidak lagi menemui Raka dikelasnya bahkan di setiap sisi sekolah dia benar-benar tidak ada. Menghilang dari ku, aku sudah mencarinya kemana-mana, ke tempat biasa dia latihan basket, ke teman-temannya, bahkan sampai kerumahnya. Namun tetap saja, Raka benar-benar tidak ada.

Aku benar-benar tidak tau lagi harus mencarinya kemana. Sampai pada akhirnya aku mengingat sebuah kotak kecil yang terakhir Raka berikan padaku 24 jam yang lalu. Perlahan aku buka kotak kecil itu yang berisikan surat dengan tulisan

aku juga tidak menginginkan hal ini terjadi 
namun apalah semua ini, semuanya sudah terjadi
sebelumnaya aku minta maaf atas semua ini
aku tidak memberi tau mu terlebih dahulu tentang hal ini
aku hanya tidak mau meliatmu sedih dalam keadaan ini

kamu tidak usah lelah mencari-cari ku
kamu hanya harus percaya pada takdir
jika Tuhan memang mengizinkan kita untuk tetap bersama
yakinlah, suatu saat nanti Tuhan pasti akan menyatukan takdir kita
takdir untuk selalu bersama-sama, selamanya

aku hanya  pergi untuk sementara
aku pergi untuk melanjutkan sekolahku ke Australia
sebenarnya aku juga tidak pernah ingin untuk melakukannya
tapi, ini adalah sebuah amanah dari ibu ku sebelum dia meninggalkanku untuk selamanya
aku cuman tidak mau meliat ibuku yang sudah bahagia diatas sana
kini bersedih karna aku tidak mau mengikuti amanahnya
karna aku yakin apapun yang dilakukan ibuku
itu pasti akan menjadi yang terbaik untukku

aku juga sangat yakin pada takdirku
takdirku untuk bersama dengan dirimu, SELAMANYA..

RAKA


rasa kecewa kini merambat cepat di diriku, seakan-akan aku tidak bisa lagi menggerakan tubuhku seperti sulur-sulur yang mengikat tubuhku dengan sedemikian erat yang membuat napasku sesak.

#Flashend

Setelah 1 bulan Raka mengirimiku surat, pagi itu aku sangat terkejut dengan apa yang ku dapati didalam laci mejaku dikelas. Aku menemukan sebuah kotak kecil yang berisikan tulisan

mungkin masih banyak yang layak mendapatkan dirimu
disekitarmu berada,
tapi aku sangat berterimakasih padamu
atas kesetiaanmu mempercayaiku
menjaga hatimu disini

RAKA

Aku tak tau reaksi apa lagi yang terjadi pada diriku setelah membaca akhir dari tulisan itu "RAKA" aku sangat begitu bingung, terkejut, dalam perasaan terharu dan tubuh mematung

~bersambung..

klik disini untuk kisah selanjutnya..

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

berkicaulah demi pembangunan blog ini :D
Trimis!