Pengikut

Senin, 18 Juni 2012

Long Distance ( Part 4 )

lihat kisah sebelumnya di Long Distance ( Part 3 )
Sepulang sekolah ini aku bertekat untuk mencari kebenaran tentang Raka. Dimulai dari mendatanginya ke rumah yang dulu dia tinggali namun mungkin itu awal yang kurang baik karena ternyata Raka memang tidak pernah lagi kesitu, kemudian aku beranjak ketempat biasa dia latihan basket tapi hasilnya sama saja Raka juga tidak pernah mendatangi tempat itu lagi, yang terakhir aku mencoba untuk menanyai teman-temannya tapi semuanya juga tidak tau lagi dimana keberadaan Raka.
Saat diperjalanan pulang menuju rumah, aku sangat tidak percaya dengan apa yang kuliat, orang yang tadinya kucari-cari kini tepat berada dihadapanku. Tapi kurasa ada yang aneh dari semua itu, Raka tepat dihadapanku tapi kenapa dia hanya diam, menunduk, bahkan diliat dari mukanya pun tak ada ekspresi senang sedikitpun. disampingnya ada seorang cewek yang kira-kira sebaya denganku kemudian dia menunjukan sesuatu kepada ku lalu berkata

" ini foto lo kan? " tanyannya
" iya, itu foto gue " jawabku dengan penuh keheranan
" kenalin gue Alia " kata cewek itu sambil mengulurkan tangnnya
" gue Reva, sory sebelumnya lo siapanya Raka yah? " kataku sambil membalas uluran tangannya
" sekarang lo ikut gue sama Raka dulu entar biar gue jelasin semuanya keelo " aku pun beranjak mengikuti Raka dan cewek itu.

Sesampainya disebuah taman kota, cewek itu segera menjelaskan semua yang terjadi pada Raka.
" Setelah beberapa bulan Raka tinggal di Australia dia mengalami kecelakaan yang sangat mengenaskan hingga akhirnya, sekarang Raka kehilangan penglihatannya seperti yang lo liat sekarang ini " jelas Alia, aku sangat kaget mendengarnya. Air mataku hampir keluar saat itu
" Jika Raka tidak bisa melihat lagi, lalu siapa yang sering ngirim surat dengan kotak kecil yang bertulisan dari RAKA itu kegue? "
" yang selama ini menuliskan serta mengirimkan surat itu gue. Tapi itu semua atas permintaan Raka sendiri kok. Dulu sebelum Raka mengalami kecelakaan ini dia sering cerita tentang lo ke gue, gue ngerti betapa Raka mencintai dan menyayangi cewek kaya lo. sampai akhirnya dia nunjukin foto lo ke gue lalu dia minta ke gue buat ngirimin surat dengan kotak kecil itu ke elo "
" kenapa dia gak bilang sih ke gue kalo dia tuh sekarang jadi gini "
" karna aku gak mau kamu tuh sedih liat aku sekarang kaya gini va " tiba-tiba Raka yang dari tadi hanya diam saja, kini menjawab pertanyaan dari ku.
" tapi sama aja kan, cepat atau lambat aku bakalan tau kamu kaya gini. kamu gak perlu takut juga bikin aku sedih kalo kamu kaya gini aku lebih sedih lagi ka liat kamunya " tiba-tiba perlahan Raka mendekatiku dan mencoba untuk memelukku, saat itu aku tak bisa menahannya lagi air mataku jatuh mengalir dipipiku kemudian menetes tepat dipundaknya Raka.
" maaf kan aku jika sikapku kepadamu selama ini salah, aku hanya ingin yang terbaik untukmu, aku hanya tidak ingin membuatmu cemas karnaku " ucap Raka padaku

semenjak raka pulang dari Australia aku merasa hidup ku lebih nyaman lagi karna ada dia disampingku,

"dari sini aku semakin yakin kalo semua penantian itu tidak ada yang namanya sia-sia namun itu hanya masalah waktu. waktu dimana dia akan menjawab semua penantian itu! Dan aku juga percaya dengan kata-kata orang kalo semua itu pasti akan indah pada waktunya!"
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

berkicaulah demi pembangunan blog ini :D
Trimis!